Agustus 6, 2007...3:51 pm

Tentang Insentif

Lompat ke Komentar

Satu komentar teman non ekonom (sosiolog muda dan ternama Indonesia :D ) tentang insentif yang menarik sekali disimak (terutama untuk ekonom). Roby menulis :

Di Amerika saya sangat kritis terhadap ilmu ekonomi yang berlebihan menggukan (sic!) konsep insentif. Segalanya dijelaskan dengan insentif sehingga konsep insentif menjadi tautologi: terjadi karena ada insentif, dan ada insentif karena terjadi.

Atau kalau saya terjemahkan dalam bahasa ilmu ekonomi, pertanyaannya menjadi “apakah insentif itu variabel eksogen atau endogen”, “apakah ia diluar sistem atau justru merupakan bagian dari sistem itu sendiri?. Ini sulit dijawab dan tidak terpikirkan oleh saya sebelumnya.

Sebelum baca posting ini. Saya beranggapan bahwa insentif adalah variabel eksogen, ia hadir dan mempengaruhi perilaku individu (ataupun agen ekonomi). Tetapi kenyataannya insentif tidak sepenuhnya variabel eksogen. Misalnya dalam contoh ini: pemerintah memberikan insentif untuk sektor swasta bergerak-dari sudut ini insentif seolah menjadi faktor eksogen, sesuatu yang berasal dari luar dan mempengaruhi perilaku sektor swasta. Akan tetapi perilaku pemerintah yang “memberikan” insentif juga merupakan akibat dari perilaku-perilaku lain, termasuk perilaku sektor swasta.

Untuk sementara saya masih mencari jawabannya. Tetapi beberapa pikiran saya. Ilmu ekonomi tradisional sepertinya menempatkan insentif sebagai sesuatu yang eksogen dan perilaku-perilaku individu mengikuti insentif. Namun saya coba menoleh pada apa yang ditawarkan oleh game-theory. Saya pikir, game-theory menjawab problem apakah insentif itu eksogen atau endogen. Pay-off (tetapi bukan besaran pay-off itu sendiri) dari pilihan strategi individu (agen) menempatkan insentif sebagai sesuatu yang eksternal. Akan tetapi strategi yang tersedia ataupun pilihan strategi para agen menjadikan insentif sebagai sesuatu yang endogen (perilaku saya dipengaruhi oleh perilaku lawan saya, begitu pula sebaliknya). Tetapi ini jawaban yang terlampau dini. Mungkin ada yang bisa menambahkan?

& Komentar

  • Yud:

    Apakah premis elu adalah: ‘(hampir) semua (yang disebut) insentif itu endogen’? Atau, ‘insentif ada yang eksogen, tapi ada juga yang endogen’?

    Jika yang kedua, gw enggak melihat kontradiksi. Insentif itu kan variabel pilihan (baik dalam kebijakan, maupun dalam eksperimen/analisis). Maka dari pilihan-pilihan tersebut, tentu saja ada ‘pilihan buruk’ (atau situasi buruk) yang menyebabkan pilihan insentif itu (terpaksa) endogen.

    Jika yang pertama, ini menarik — setidaknya untuk melihat argumentasi untuk itu.

  • Ya,
    Sebetulnya itu yang sedang gue cari dan belum sampai pada kesimpulan apakah ada kontradiksi atau tidak.

    Sulitnya disini adalah bagaimana kita mengobservasi insentif itu sendiri dan kemudian menyimpulkan apakah insentif sesuatu yang endogen atau eksogen. Maksudnya, apa yang kita lakukan tidak lain mengobservasi individu spesifik dan perilakunya dan kita melihat indvidu itu bergerak, merespon, “sesuatu (insentif)” secara intensional.

    Tetapi karena kita fokus pada perilaku individu yang memang kita observasi (individu yang spesifik itu), mungkin saja kita tidak melihat bahwa ternyata “sesuatu atau insentif” itu sebetulnya hasil (outcome) dari perilaku individu lain yang tidak terobservasi. Mungkin gak seperti ini?

    Tapi setelah gue pikir-pikir, mungkin saja insentif itu sebetulnya endogen dan tidak given seperti yang gue pikirkan sebelumnya.


Tinggalkan Balasan