Ini sebetulnya berita lama tentang kolega saya yang diberi tahu oleh Philips, teman peneliti CSIS yang kini sedang mengambil studi doktoral kajian ilmu politik di NIU, Amerika Serikat. Kabar baiknya, Arya Gaduh mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi doktoral di University of Southern California. Beberapa bulan sebelumnya saya juga mendengar kabar kalau Puspa D Amri (Puspini
) mendapatkan beasiswa Fulbright dan diterima di Claremont University untuk melanjutkan studi doktoral pada bidang Ekonomi Politik. Selain itu Imelda Maidir (imung) juga mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi master pada Lee Kuan Yew School of Public Policy, NUS.
Berita baik lainnya, dari milis komunitas jurusan departemen ekonomi UI, saya mendapat kabar kalau Dionisius (Donie) yang baru menyelesaikan PhD di ANU, Australia, (gak baru-baru banget sih
) mendapatkan grant untuk riset dari “2006 East Asian Development Network (EADN) Individual Research Grant (IRG) Competition”. Kompetisi yang dilakukan secara internasional dan pastinya kompetitif.
Buat mereka, “selamet ye!!….he…he..he
“. Wah nanti pas pulang ke CSIS bisa sepi nih.




& Komentar
Juli 31, 2007 pukul 12:18 pm
Orang orang CSIS emang keren keren deh..:D
Bung Teguh Yudo mau kemana nih ntar nya???
Juli 31, 2007 pukul 2:47 pm
He…he..he nah itu dia…kemana ya???
Agustus 15, 2007 pukul 6:53 am
Bos, kata Philips lo tau soal Arya dari blog elu…nah skrg lu bilang taunya dari PJV…gimana nih bos?;-)
Agustus 15, 2007 pukul 7:33 am
Hue…hue..soalnya lo baca blog philips duluan baru blog gue
. Jadi udah berangkat?
Agustus 16, 2007 pukul 5:08 pm
blum nih….tgl 24 brgkt..
September 4, 2007 pukul 3:09 pm
yaa.. kalian mah enak.. gabung ama NGO.. gak perlu pinter pinter banget buat dapet beasiswa.. asal kritis, bergabung dgn NGO.. pasti gampang dapet beasiswa..
but, now, i challenge you guys.. buat ke amrik, dulu gue musti test GRE general dan subject.. plus TOEFL.. it took me a full one year of preparation, biar GRE score gue tembus 900.. itu pun, gue cuma dapet TA dan RA dari univ pas tahun ke dua..
naaa… bisa nggak guys.. all of u, fight sendiri.. ambil tes GRE dan apply RA or TA sendiri? kalo kalian tembus, salut gue.. and tell me your GRE score later, ok..
you guys.. kind of people.. talk too much..
salam dari Albanystreet, CAMB..
September 4, 2007 pukul 3:51 pm
Wah pengalamannya menarik. Mungkin bisa di-share pengalaman dan mungkin juga caranya sama teman-teman. Biar semakin banyak kawan-kawan di Indonesia yang bisa ke US, syukur-syukur ke Albany street Cambridge
.
September 6, 2007 pukul 3:16 am
Indonesian Simple,
Anda tinggalnya di Cambridge sebelah mana? Di graduate housing MIT atau off-campus di Sommerville, Harvard Square atau Porter Square? Kok tidak pernah ikut kumpul2 bareng mahasiswa Indonesia yg sedang kuliah di Boston/Cambridge area?
September 9, 2007 pukul 4:55 pm
Indonesian Simple
Siapa bilang dari NGO gampang? Enggak juga tuh. Saya (dan beberapa teman lain di CSIS) ditolak oleh Fulbright, lalu karena beruntung mendapatkan beasiswa dari kampus dengan keharusan menjadi TA dari tahun pertama.
Prosesnya juga sama: persiapan GRE sendiri, mendaftar sendiri, dan kalau beruntung, ya akhirnya mendapat kesempatan sekolah.
Tapi sejujurnya, saya sedikit bingung nih: Masak sih di MIT GRE tembus 900 cukup ya? Entah, mungkin karena subjek yang berbeda, tetapi untuk saya dan seorang rekan CSIS yang sedang mengambil PhD di departemen ekonomi — keduanya tidak kuliah di tempat dengan prestise MIT — kok GRE-nya musti di atas 1000-an ya. Malah kami berdua cenderung di kisaran 1100-1400. Tetap saja kami kesulitan tuh mendapatkan beasiswa untuk Departemen Ekonomi.
Mungkin karena kami dari NGO ya?
September 9, 2007 pukul 5:23 pm
Ada yang terlupa. Eh, sebelum diprotes teman CSIS saya: Bukan hanya saya dan teman PhD deh, tapi juga teman departemen ekonomi dengan beasiswa gelar S2 memiliki GRE pada kisaran di atas (tentunya dengan skor matematika yang sempurna atau hampir sempurna) pada percobaan pertama.
Dan ironisnya, meskipun (atau mungkin karena) dari “NGO”, kami telah mencoba mendapatkan beasiswa selama dua sampai tiga tahun berturut-turut, dan baru sekarang beruntung.
September 11, 2007 pukul 1:14 am
he…he…Arya, iseng bener lu. Komentar orang culun pake dibahas serius bener. Eh Ya, kalau ada orang yang punya GRE 900-an baru dapet TA tahun kedua, ya kalo punya GRE 1000-an ya dapet TA tahun pertama…wajar lah.
Kalo yang punya GRE 900 aja bisa mindahin M.I.T ke Jerman, elu mau mindahin M.I.T kemana bung?…:-)
September 11, 2007 pukul 2:03 am
Wah, lips:
Kayaknya untuk soal kemampuan merelokasi MIT ini ada ambang batas maksimum GRE deh. Mereka yang di atas ambang batas kayaknya sih kesulitan — malu hati, soalnya… ;-P
September 11, 2007 pukul 10:35 am
Kayaknya dia bukan anak ekonomi deh arya.
Mungkin maksudnya itu gre subject. GRE subject economics kan udah di hapus, sedangkan yang di lain, kayanya masih ada. Kalo yang field ini, nilai 900 emang udah tinggi.
btw, congrat ya buat arya dengan USC nya
September 11, 2007 pukul 2:55 pm
Chauft:
.
Oh, subjek ya. Iya, masuk akal sih karena rentangnya sampai dengan 1000. Untuk Fisika, 900 itu berarti hampir di atas 90 persen. Wah, jadi dia serupa ternyata dengan teman-teman di CSIS untuk GRE (umum)-nya
Terima kasih untuk selamatnya. Entah nih, setelah menikmati tiga minggu dengan PR-PR yang cukup brutal (apalagi bagi yang sudah cukup lama meninggalkan bangku sekolahan), apakah seharusnya saya mendapatkan ucapan selamat, atau turut berduka cita…
September 12, 2007 pukul 7:41 pm
thanks Arya for the candid and, as always, ‘nendang’ comments…
I didn’t want to comment on the first place (why bother I thought, some things are just not worth it),but then again there are misconceptions, misbeliefs even, in our society about the relationships btw NGO or non-corporate ppl and propensity to scholarships and those misconceptions and misbeliefs needs to be clarified…
November 7, 2007 pukul 11:49 am
hehehe,,,, maaf nak kecil mo ikut2an,,,,
cuma mo nanya,,,,
CSIS yang dimaksud tuh CSIS apa sih???
trus NGO tuh apa c??
hehehe
muuph y banyak nanya
Maret 23, 2009 pukul 4:34 pm
hmmm kalo orang2 pintre kali gini juga ya… da satu yg komentar miring.. diserang bareng2…
kirain kl orang2 pinter ga kaya gini nangapinya..
tanya kenapa????