Juli 19, 2007...1:36 am

Mengapa sebotol air mineral lebih mahal daripada sekaleng Coca Cola? (1)

Lompat ke Komentar

16 Juli, kami harus kembali ke Sydney. Dari Brisbane kami naik bis ke kota kecil di New South Wales (NSW) bernama Casino dan kemudian menyambung naik kereta menuju Sydney. Bis ini pun sebetulnya bagian dari jasa yang ditawarkan oleh Country Link (perusahaan jasa kereta api publik) yang menghubungkan antar negara bagian di Australia. Kami memilih untuk naik bis dari Brisbane sebelum menyambung dengan kereta, karena bis  berangkat agak sore. Artinya kami masih ada waktu untuk melihat-lihat Brisbane sebelum pulang. Selain juga dengan bis kita bisa melihat pemandangan sepanjang Queensland-NSW.

Tujuan utama kami Queen Street, semacam tempat pusat perbelanjaan-maklum buat cari souvenir Brisbane. Berhubung waktu sudah jam 11.30, dekat dengan makan siang, kami memutuskan pergi ke salah satu food court. Saya memesan Oporto-semacam KFC cuma khas masakan portugal dengan sambalnya yang lumayan pedas. Saat itu saya ingin sekali minum coke, akhirnya saya pesan sekaleng Coca Cola. Harga sekaleng Coca Cola Aus $ 2.00. Saya melirik harga sebotol air mineral 600 mL seharga Aus $ 2.40. Memang lebih mahal daripada sekaleng coca cola.

Dulu waktu awal-awal tinggal di Sydney, kalau tidak sempat memasak, terpaksa saya makan di food court. Waktu pesan makanan, saya kaget kenapa harga minuman mineral lebih mahal daripada sekaleng coke. Padahal air kran (tap water) di sini bisa diminum langsung, alias gratis. Lalu ongkos produksi air mineral sebetulnya juga tidak lebih mahal daripada coke. Semakin sering saya makan diluar, semakin sering saya melihat harga yang tidak masuk akal saya. Lama-kelamaan saya sudah tidak bertanya-tanya lagi kenapa harga sebotol air putih (mineral) bisa lebih mahal daripada sekaleng Coca Cola. Termasuk hari itu juga. Saya sudah tidak kaget lagi.

Sesudah makan, sebagian teman-teman memutuskan cari oleh-oleh. Sementara saya menunggu di pelataran Queen Street yang nyaman sekali sembari baca Undercover Economist karya Tim Harford. Sebetulnya buku ini sudah saya beli cukup lama, apalagi teman saya memasukkan dalam salah satu list buku wajib buat liburan summer. Dan saya sudah berjanji untuk mengkhatamkan buku ini pas liburan.

Mungkin karena Coca Cola yang saya minum pas makan siang tadi, saya sekarang merasa haus sekali. Saya memutuskan kembali ke food court tadi untuk beli air mineral—sebetulnya sudah mencari-cari air minum umum yang gratis tapi gak ketemu :D . Belum sampai di  food court tadi, saya menemukan news agency yang ternyata juga menjual air mineral. Saya melihat daftar harganya dan ini yang bikin kaget. Ternyata harga 1000mL air mineral di toko ini seharga Aus $2.00, sementara harga sebotol air mineral 600mL di food court tadi lebih mahal, Aus$2.40. Kok bisa? Semakin jelas, perbedaan harga antara sebotol air mineral dengan sekaleng Coca Cola bukan disebabkan oleh biaya produksi. Langsung saja saya beli air mineralnya-lebih murah dan lebih banyak.

Sembari kembali ke tempat saya menunggu tadi dan minum air mineral, sepertinya saya menemukan jawabannya kenapa sebotol air mineral 600mL lebih mahal daripada sekaleng Coca Cola.

Dalam posting ini saya menunjukkan bagaimana produsen melakukan diskriminasi harga untuk memaksimalkan profit mereka. Kasus ini identik dengan sebelumnya, akan tetapi sebetulnya lebih tepat disebut dengan price-targeting.

& Komentar


Tinggalkan Balasan