Senior saya di CSIS, mas kris (J Kristiadi) menulis Analisis Politik di Kompas hari ini soal silaturahmi politik PDIP dan Partai Golkar. Mas kris menulis
”Silaturahmi Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Medan, 20 Juni lalu, adalah peristiwa politik yang mengejutkan, membingungkan, dan menghebohkan, mengingat kedua partai politik (parpol) berseberangan secara diametral. Golkar adalah partai pemerintah, sedangkan PDI-P berniat menjadi partai oposisi”
Dalam politik memang tidak ada musuh abadi
. Menyoal pentingnya ideologi kebijakan partai seperti yang ditulis mas kris dalam artikel ini, saya juga sempat heran mengapa unsur ideologi kebijakan tidak terasa kental di dalam partai politik kita. Jawabannya mungkin para elit politik kita mahfum betul soal aplikasi teori median-voter. Merumuskan ideologi kebijakan tidak saja membutuhkan pikiran dan energi-yang belum tentu mampu dilakukan oleh banyak elit politik, tapi bisa-bisa menggeser posisi partai politik ke dalam spektrum tertentu yang bisa mengurangi pemilih.



